Potensi Pertumbuhan B2B Commerce di Asia Tenggara Sangat Besar


Jakarta, SEMARANG Post - B Capital, perusahaan investasi global multi-tahap, rilis serial video animasi tiga episode diseluruh platform digital untuk menunjukkan potensi perdagangan Business-to-Business (B2B) di Asia Tenggara dan peran inovasi teknologi dalam mempertahankan pertumbuhannya. 

Dalam kampanye video berseri ini, B Capital menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan relasi yang ada, memastikan kesesuaian antara produk dan pasar, serta future-proofing untuk memberikan pemain B2B visibilitas yang lebih luas di seluruh rantai nilai. 

Diracik oleh tim B Capital, platform ini bertujuan menambah keahlian dan pemahaman para pendiri startup commerce mempercepat inisiatif pertumbuhan dalam bisnis mereka sekaligus meningkatkan kesadaran potensi industri B2B e-commerce dan membangun hubungan antara perusahaan portofolio B Capital dengan seluruh pemain diindustri untuk tujuan akhir manfaat solusi bagi ekosistem yang lebih luas.. 

Target audiennya, seluruh pemain dijaringan bisnis B2B e-commerce meliputi pemilik merk, pemasok, pengecer, dan startup yang beroperasi di kawasan Asia Tenggara. 

Transformasi perdagangan B2B di kawasan Asia bergantung pada faktor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang sudah saatnya migrasi keproses digitalisasi.  B Capital  mengungkapkan bahwa peran teknologi sangat krusial dalam fase pertumbuhan B2B di Asia.

Selama ini kampanye evolusi perdagangan B2B sulit karena setiap negara di kawasan Asia Tenggara memiliki kendala dan hambatan yang berbeda. 

Karl Noronha, Wakil Presiden Strategi & Operasi di B Capital menyatakan, kampanye melalui video animasi ini bertujuan menjelaskan Siapa, Apa, dan Betapa kompleksnya proses pasar yang relatif tidak berubah di Asia Tenggara selama 50 tahun terakhir. 

“Kami telah memecah topik menjadi 3 video sederhana yang memudahkan penonton untuk mencerna dan memahami. Pendekatan dan proyeksi pasar akan membantu memicu percakapan dengan merk global dan lokal yang ingin meningkatkan saluran distribusi perdagangan mereka agar berkembang di Asia Tenggara dan India,"ucapnya.

Mengutip laporan terbaru Sea e-Conomy terbitan Google, Temasek Holdings dan Bain & Company, ekonomi digital Indonesia menguasai pasar ekonomi digital Asia Tenggara. 

Dengan pertumbuhan Gross Merchandise Value (GMV) 22 persen secara tahunan, ekonomi digital Indonesia bernilai US$ 77 miliar pada 2022 dan akan menyentuhangka US$ 130 miliar pada 2025, dengan e-commerce sebagai pendorong utama. 

GMV e-commerce Indonesia diperkirakan tumbuh tahunan sebesar dobel digital atau 17 persen menjadi US$ 95 miliar pada 2025 dari US$ 59 miliar pada tahun ini. 

Di Indonesia, B Capital tercatat berinvestasi di Ula yakni platform B2B marketplace yang fokus membidik pasar warung. Portofolio lain B Capital di Indonesia yakni unicorn Kopi Kenangan, Buku Kas, Finku, dan Payfazz. 


Kontributor: Asep Budiman
Editor Anast
Lebih baru Lebih lama