Titik Longsor di Kaligawe–Mluweh

Semarang, SEMARANG Post - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Semarang dalam beberapa hari terakhir memicu longsor tebing di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur. Peristiwa tersebut terjadi di tiga lokasi di kawasan Kaligawe hampir bersamaan pada Rabu 4 Februari 2026 sore, mengakibatkan akses Jalan Kaligawe–Mluweh sempat tertutup material tanah dan batu.

Akibat longsor itu, arus lalu lintas warga terganggu. Personel Polres Semarang bersama BPBD Kabupaten Semarang serta warga sekitar segera melakukan penanganan dengan membersihkan material longsoran agar jalan dapat kembali digunakan.

Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa longsor terjadi di tiga titik di wilayah Lingkungan Kaligawe, Kelurahan Susukan.

“Tiga titik longsor terjadi hampir bersamaan sore ini. Anggota Polres Semarang dan Polsek Ungaran, dibantu BPBD serta masyarakat, langsung turun ke lokasi untuk membersihkan material yang menutup jalan,” ujar AKBP Ratna, Rabu 4 Februari 2026, seperti dilansir dari laman.

Tiga Titik Longsor di Kaligawe–Mluweh

Kapolsek Ungaran Barat Kompol Sugiyarta menjelaskan, peristiwa longsor berlangsung dalam rentang waktu antara pukul 15.00 WIB hingga 16.30 WIB. Longsor pertama terjadi di Jalan Raya Kaligawe–Mluweh RT 001 RW 005, dengan tebing setinggi kurang lebih 7 meter dan panjang sekitar 10 meter runtuh ke badan jalan. Sejumlah batu berukuran besar juga ikut menggelinding.

Titik longsor kedua terjadi di RT 004 RW 005, tepatnya pada talud setinggi sekitar 7 meter dengan panjang 8 meter di lahan milik warga bernama Mustar.

Sementara longsor ketiga kembali menutup akses Jalan Kaligawe–Mluweh di RT 005 RW 005. Pada lokasi ini, tebing setinggi sekitar 10 meter dengan panjang 12 meter ambrol dan menimbun seluruh badan jalan.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun aktivitas transportasi warga sempat terhambat karena jalan tertutup material longsor,” jelas Sugiyarta.

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa longsor dipicu oleh curah hujan yang tinggi. Selain itu, struktur talud yang tidak dilengkapi saluran pembuangan air dinilai memperparah kondisi dan meningkatkan risiko ambrol.

Sebagai langkah penanganan darurat, petugas melakukan pembersihan material longsor dan memasang terpal pada talud yang runtuh untuk mencegah pergerakan tanah lanjutan.

“Sekitar pukul 20.30 WIB, seluruh material yang menutup jalan maupun talud milik warga telah berhasil dibersihkan dan akses jalan kembali normal,” tegas Kapolsek.

Polres Semarang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya warga yang bermukim di sekitar lereng dan tebing, mengingat intensitas hujan masih tinggi dan berpotensi menimbulkan longsor susulan.

Pewarta: Choirul
Editor: Anast
Lebih baru Lebih lama
TUTUP
TUTUP