Waiver: Solusi Ringankan Beban Nasabah


Apakah Anda pernah dengar Waiver asuransi? Waiver, termasuk rider (asuransi tambahan) yang bisa ditambahkan oleh nasabah dalam polis dasarnya. 

Waiver dimaksudkan untuk ringankan beban finansial, yakni bebas dari kewajiban membayar premi sebab Tertanggung mengalami risiko penyakit kritis hingga tidak dapat lagi bekerja. Selanjutnya, pembayaran premi dialihkan ke perusahaan asuransi sebagai Penanggung.

Perlu tidaknya menambah rider pada polis tergantung kebutuhan dan kemampuan finansial. Caranya, lihat riwayat kesehatan diri dan keluarga apakah berisiko mengalami penyakit kritis, apakah aktivitas atau pekerjaan sehari-hari termasuk berisiko mengalami kecelakaan, dan apakah jika menambah rider bisa berkomitmen membayar premi dalam jangka panjang karena menambah rider berarti premi akan bertambah.

Sebagai perusahaan asuransi kesehatan Sequis menyediakan beragam Waiver,  salah satunya Sequis Waiver of Premium due to Disability or Dread Disease Rider, asuransi tambahan yang memberikan manfaat pembebasan premi jika Tertanggung mengalami Cacat Total dan Tetap atau salah satu dari 36 Penyakit Kritis yang tercantum dalam polis sebelum mencapai usia 65 tahun. Nasabah dapat membeli produk ini sejak Tertanggung 6 bulan hingga 60 tahun.

Manfaat menambah waiver polis asuransi dasar sudah dirasakan oleh Felicia (nasabah Sequis), yang berobat kanker dengan biaya pengobatan senilai lebih dari 1M rupiah.  Felicia sudah melengkapi polis asuransi kesehatan Sequis Q Infinite MedCare Rider X Booster (SQIMCX) Plan 0 yang ia miliki sejak awal tahun 2020 dengan menambahkan manfaat tambahan Waiver of Premium due to Disability or Dread Disease Rider sehingga kini ia mendapatkan manfaat pembebasan premi

Felicia menderita sakit infeksi paru sejak September 2021, dan menjalani rawat inap selama 70 hari sejak akhir Maret 2022 di salah satu RS swasta di Jakarta Selatan, menghabiskan biaya lebih dari 740 juta rupiah. Nilai klaim ini hampir semuanya dicover Sequis. 

Setelah 70 hari perawatan di Jakarta tidak membawa hasil baik, Felicia disarankan berobat ke Beacon Hospital di Kuala Lumpur, Malaysia. 

Dari hasil pemeriksaan PET Scan dan EGFR darah di Beacon Hospital, Felicia didiagnosis non-small cell lung cancer, jenis kanker paru yang menyebar di beberapa lokasi di tulang dan kepala. Selama 14 hari rawat inap di Malaysia, ia mendapatkan pengobatan target terapi. 

Total biaya pengobatan mencapai sekitar 260 juta rupiah, hampir setengahnya untuk biaya pembelian obat yang harus ia minum seumur hidup.

“Saya sama sekali tidak membayangkan mengalami sakit yang biayanya sampai lebih dari 1 Miliar rupiah. Ke depannya, saya masih harus melakukan monitoring pengobatan rutin dan pemeriksaan di Malaysia. Saya masih menjalani target terapi jangka panjang melalui obat yang harus dikonsumsi rutin. Harga per butir obat sangat mahal, setelah promo pembelian masih sebesar 1,2 juta rupiah " tutur Felicia 

Membeli polis SQIMCX adalah keputusan tepat karena saat mengalami penyakit kritis tapi kondisi keuangan keluarga saya tetap terlindungi dan keluarga tetap dapat tetap beraktivitas seperti biasa tanpa harus menurunkan standar hidup.

"Saya pun bersyukur sudah menambahkan Waiver of Premium due to Disability or Dread Disease Rider sehingga tidak perlu lagi memikirkan dana untuk membayar premi polis. Ini membuat saya merasa tenang selama menjalani pengobatan,” imbuh Felicia. berbagi pengalamannya.

Kontributor: Ineke Novianty Sinaga
Editor: B. Rustono
Lebih baru Lebih lama