Grobogan, SEMARANG Post – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan akan segera merevitalisasi SD Negeri Tanggirejo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menyusul robohnya atap sejumlah ruang kelas yang sempat menjadi perhatian publik.
Revitalisasi sekolah tersebut akan dilaksanakan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada tahun anggaran 2026. Saat ini, proses persiapan terus dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah dan instansi terkait agar pekerjaan dapat segera dimulai.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala sekolah, dinas pendidikan, hingga Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah.
"Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar revitalisasi SDN Tanggirejo dapat segera dilaksanakan. Dalam waktu dekat kepala sekolah juga akan diundang ke Jakarta untuk menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi," ujar Gogot, Sabtu (25/7/2026).
Menurutnya, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan menjadi salah satu program prioritas Kemendikdasmen untuk menghadirkan layanan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi seluruh peserta didik.
Gogot menjelaskan, SDN Tanggirejo termasuk dalam sekolah prioritas penerima bantuan revitalisasi. Pemerintah berkomitmen memperbaiki sarana dan prasarana agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih baik.
Pada tahun 2026, program revitalisasi difokuskan pada tiga kategori utama, yakni sekolah yang terdampak bencana, sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan tingkat kerusakan berat.
"Kami berharap perbaikan ini tidak hanya memperbaiki kondisi bangunan sekolah, tetapi juga meningkatkan semangat belajar siswa dan kualitas pendidikan," katanya.
Nama SDN Tanggirejo sebelumnya menjadi sorotan nasional setelah foto para siswa menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di depan ruang kelas yang atapnya roboh viral di media sosial dan mendapat perhatian luas. Kerusakan pada sejumlah ruang kelas membuat aktivitas pembelajaran harus menyesuaikan kondisi yang ada, demikian seperti dilansir dari laman kompas.com
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut memastikan sekolah itu akan memperoleh bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan kepastian tersebut diperoleh setelah koordinasi antara Pemprov Jawa Tengah dengan Kemendikdasmen melalui BBPMP Jawa Tengah.
Selain menunggu bantuan pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga akan memberikan dukungan dalam proses perbaikan gedung sekolah yang mengalami kerusakan.
Sadimin menjelaskan, peninjauan ke SDN Tanggirejo dilakukan atas arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi guna memastikan kondisi bangunan yang rusak akibat faktor usia serta serangan rayap.
Ia menambahkan, setelah Perjanjian Kerja Sama ditandatangani, dana bantuan ditargetkan mulai dicairkan pada Agustus 2026. Dengan demikian, rehabilitasi lima ruang kelas yang mengalami kerusakan berat dapat segera dilaksanakan sehingga siswa kembali memperoleh ruang belajar yang aman dan layak.
Editor: Tono Rst