SLB Pelita Ilmu Ajarkan Ilmu Budaya


Semarang, SEMARANG Post - Sekolah Luar Biasa (SLB) Pelita Ilmu terdaftar dalam kategori C,  merupakan sekolah khusus untuk anak penyandang tuna grahita atau anak dengan inteligensi di bawah rata-rata.

Keberadaan sekolah belum cukup dikenal masyarakat, sehingga  Kusumaresmi Anjar, Novi Santika, dan Azzahra Delinda selaku mahasiswi Universitas Semarang (USM) Program Studi Psikologi angkatan 2020 melakukan pengabdian masyarakat dalam bentuk konten video sosialisasi keberadaan Sekolah Luar Biasa (SLB) Pelita Ilmu yang berlokasi di Jalan Erowati Utara 15, Bulu Lor, Kec. Semarang Utara, Kota Semarang pada  25 November 2021 lalu.

“Ya, semoga dengan adanya mbak-mbak sekalian, bisa mensosialisasikan pada masyarakat bahwa di daerah sini masih ada sekolah SLB yang melayani khusus untuk anak tuna grahita dengan kriteria anak yang terhambat belajarnya”, ujar Surwartono selaku kepala SLB Pelita Ilmu.

Dari keterangan Surwartono, Sekolah Luar Biasa (SLB) Pelita Ilmu,  terdiri dari jenjang Ssekolah Dasar hingga Sekoah Menengah Atas.  Proses belajar pada Sekolah Pelita Ilmu hampir sama dengan sekolah pada umumnya,  materi pelajaran terkait kecerdasan kognitif seperti berhitung, menalar, membaca, menulis, ilmu pengetahuan alam seperti nama-nama buah, binatang, serta ekosistem alam. 

"Sekolah ini juga mengajarkan ilmu budaya yakni pelajaran bahasa jawa yang merupakan budaya yang berkembang di kota Semarang " imbuh Surwartono.

Sekolah Luar Biasa (SLB) Pelita Ilmu dalam kegiatannya melatih siswanya untuk terampil dan mandiri melalui praktikum di bawah pengawasan para pengajar., seperti praktik sholat, praktik memasak, praktikum biologi sederhana seperti perubahan bentuk zat. Untuk melatih kemandirian, mereka dibiasakan untuk selalu membersihkan ruangna kelas yang sudah mereka pakai, seperti menyapu, menghapus papan tulis,  merapikan meja dan kursi yang berada di ruang kelas.

Menyambut kunjungan tiga mahasiswa Universitas Semarang (USM) Program Studi Psikologi angkatan 2020, selaku kepala Sekolah Surwartono menyampaikan harapannya bahwa sekolahnya bisa lebih dikenal dan masyarakat mengetahui bahwa di kota Semarang ada Sekolah Luar Biasa (SLB) yang menerima anak penyandang tuna grahita, yaitu Sekolah Luar Biasa (SLB) Pelita Ilmu.


Kontributor: Azzahra Delinda (Mahasiswi Universitas Semarang)
Editor: Anast
Lebih baru Lebih lama