Solusi Pemberdayaan Masyarakat di Era Pandemi


Yogyakarta, SEMARANG Post - Pandemi Covid-19 membawa pada tataran era disrupsi yang tidak dapat dihindari. Perubahan besar dan inovasi muncul, tidak terkecuali dengan perubahan tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan.


Mengingat salah satu kebutuhan dasar manusia adalah kegiatan sosial, maka perubahan sosial di masa pandemi Covid-19, perlu edukasi mendalam dan pendekatan secara masif guna memberi pemahaman kepada masyarakat secara menyeluruh.


Melihat akar permasalahan tersebut, PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta selenggaraan webinar #NgobrolSantai dengan tema “Mengelola Pemberdayaan Masyarakat di Masa Pandemi” pada Minggu 26 September 2021.


Sebagai moderator, Ramadani selaku Kepala cabang PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta dengan menghadirkan dua narasumber,Drajat Tri Kartono (Sosiolog Universitas Sebelas Maret) dan Sigit Iko Sugondo (expert pemberdayaan) dan hadir sebagai peserta para akademisi, mahasiswa, lembaga amil zakat, serta masyarakat umum.


Dalam paparannya, Drajat menyampaikan pentingnya melakukan reka ulang standarisasi kultural, teknologi, serta keilmuan untuk dapat beradaptasi dengan pola-pola baru sejak kemunculan Covid-19.


Selain itu, dorongan ekonomi pasar ke ekonomi moral menjadi penting untuk menghadapi kapitalis di era pandemi. Karena ketika masyarakat sama-sama dihadapkan dengan keadaan krisis perlu adanya kepedulian sosial yang mengedepankan moral dibandingkan margin keuntungan. Sehingga perasaan saling empati akan muncul dan membentuk sebuah tanggung jawab bersama terkait keseimbangan antara masyarakat dan alam untuk peningkatan ekonomi kesejahteraan.


Sementara itu, Sigit menyampaikan penanganan pada saat pandemi juga penting, namun bagaimana pemulihan setelahnya di balik semakin meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan yang terus meningkat menjadi PR besar bersama semua lini. 


Tingginya angka kemiskinan bukan semata-mata karena sulitnya mencari lapangan pekerjaan, namun dikarenakan tidak adanya kemampuan dalam mengakses berbagai pengetahuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan itu sendiri.


Oleh sebab itu, perlu adanya kolaborasi antara akademisi, lembaga sosial, serta masyarakat untuk bekerja sama mengoptimalkan sumber daya manusia yang sudah ada serta penerapan teknologi yang tepat guna untuk meningkatkan pemberdayaan. 


Sehingga ekonomi dapat ditingkatkan dari berbagai sisi, sementara kesenjangan sosial dapat diminimalisir. Maka PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta akan terus berkomitmen berkhidmat untuk memperkaya literasi zakat dan melakukan perbaikan tata kelola pemberdayaan masyarakat.


Salah satu peserta, Ishaq mengatakan sungguh luar biasa materi hari ini untuk pemberdayaan masyarakat luas. Harapannya, dosen, praktisi, mahasiswa dan para cendikiawan mau terjun langsung untuk pemberdayaan termasuk ke pedesaan. Jika hal itu terwujud maka kesenjangan strata sosial akan cepat teratasi. 


Kontributor: Medkom PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta
Editor: Khoirul
Lebih baru Lebih lama